Monday, March 23, 2015

Contoh Surat Pernyataan oleh FAISAL EFENDI

Medan, 14 Januari 2015

Kepada Yth

Ketua Harian DPP Partai Demokrat

Di 

Salam Demokrat, Dengan Hormat.
PERNYATAAN DAN DUKUNGAN
Kami kader DPAC Partai Demokrat se Kota Medan dengan ini membuat pernyataan sekaligus dukungan terhadap komposisi kepengurusan pelaksanaan tugas (PLT) II Partai Demokrat Kota Medan sebagai berikut :
1.      Bahwa PLT II sebagai mana dimaksud diatas adalah kader terbaik partai yang memiliki integeritas  dan wawasan yang handal dengan maksud agar Partai Demokrat Kota Medan benar-benar dapat berkompotisi dengan Partai-partai besar lainnya yang ada di Kota Medan.
2.      Bahwa menurut pandangan kami keberadaan Partai Domokrat Kota Medan sungguh memprihatinkan terbukti dengan merosotnya perolehan suara Partai Demokrat Kota Medan dari 246.000 suara pada pileg 2009 hingga merosot draktis pada angka 97.000 suara pada pileg 2014
3.      Bahwa hal tersebut diatas menurut hemat kami penuh dengan nuansa kurangnya perhatian (Tidak Peduli) akan keberadaan Partai Demokrat Kota Medan serta keterbatasan kemampuan dalam memimpin partai.

Untuk itu kami mengusulkan komposisi pelaksanaan tugas (PLT) II 2015 adalah :
Ketua              :
Sekretaris        :
Bendahara       :

Demikian Pernyataan ini dan Dukungan ini kami sampaikan kepada Bapak Ketua Harian DPP Partai Demokrat sebagai tanggung jawab moral kader Partai Demokrat Kota Medan,
Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih

 Kami yang membuat pernyataan dan dukungan :
1.      DPAC.  PD. Kec. Medan Sunggal                            
Ketua : Syahriandy                                         (………………………………………)

2.      DPAC. PD. Kec. Medan Petisah
Ketua : Rahmad Syah Putra Sitepu                (………………………………………)

3.      DPAC. PD. Kec. Medan Perjuangan
Ketua : Martua Oloan Hrp                              (………………………………………)

4.      DPAC. PD. Kec. Medan Belawan
Ketua : Dianto MS                                          (………………………………………)

5.      DPAC. PD.  Kec. Medan Timur
Ketua : Yusnijar Husein                                  (………………………………………)

6.      DPAC.  PD. Kec. Medan Tembung
Ketua : Yahyah Payungan Lbs                       (………………………………………)

7.      DPAC. PD. Kec. Medan Polonia
Ketua : Rahmat Siregar                                   (………………………………………)

8.      DPAC. PD. Kec. Medan Deli
Ketua : Chairuddin Salim                               (………………………………………)

9.      DPAC. PD. Kec. Medan Kota
Ketua : M. Marpaung                                      (………………………………………)

10.  DPAC. PD. Kec. Medan Tuntungan
Ketua : Kunsuwondo Keliat                           (………………………………………)

11.  DPAC. PD. Kec. Medan Helvetia
Ketua : Lilik Ismadi                                        (………………………………………)

12.  DPAC. PD. Kec. Medan Denai
Ketua : Srijati Pohan                                       (………………………………………)




CONTOH DAFTAR RIWAYAT HIDUP OLEH FAISAL EFENDI

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data Pribadi
Nama                          :
Tempat, Tgl Lahir     :
Jenis Kelamin           :
Agama                        :
Kewarganegaraan     :
Alamat                       :
Telepon                      :

Latar Belakang Pendidikan

Pengalaman Kerja

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.

                                                                                     Hormat Saya, 
     



                                                                                   

PSIKOLOGI KESEHATAN MENTAL OLEH FAISAL EFENDI

PSIKOLOGI KESEHATAN MENTAL OLEH FAISAL EFENDI
Seseorang bisa dikatakan sehat apabila secara raga dan jiwanya sehat. Jika raga seseorang sehat tapi jiwanya tidak, sama saja seperti orang yang sakit. Jiwa yang dimaksudkan disini adalah psikis seseorang, termasuk mentalnya. Itu mengapa adanya kesehatan mental. Karena untuk menjadi sehat secara utuh diperlukan tidak hanya sehat fisik tapi juga sehat mental. Berikut ini saya akan menguraikan beberapa hal mengenai kesehatan mental.
PENGERTIAN KESEHATAN MENTAL
Istilah “kesehatan mental” diambil dari konsep mental hygiene. Kata “mental” diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahas latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Mental hygiene merujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan pencegahan dari kemungkinan timbulnya kerusakan mental atau malajud jusment. Kesehatan mental terkait dengan;
1)    bagaimana kita memikirkan, merasakan menjalani kehidupan sehari-hari
2)    bagaimana kita memandang diri sendiri dan sendiri dan orang lain, dan
3)    bagaimana kita mengevaluasi berbagai alternatif dan mengambil keputusan.
Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. Kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan.
Banyak pengertian mengenai kesehatan mental, berikut ini beberapa pengertiannya:
  • Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose)
  • Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup dan berinteraksi.
  • Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa.
  • Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan diri.
Menurut Dr. Zakiah Daradjat, kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial.
Kesehatan mental menurut UU No.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Menurut Schneiders prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
  • Prinsip Berdasarkan Hakikat Manusia 
  1. Kesehatan mental dan penyesuaian diri tergantung kondisi jasmani yang baik dan integritas organisme.  
  2. Untuk memelihara kesehatan mental dan penyesuaian diri, maka perilaku individu harus sesuai dengan hkikat kemanusiaannya. sebagai mahluk yang memiliki moral, intelektual, agama, emosional dan sosial.  
  3. Kesehatan mental dan penyesuaian diri dapat dicapai melalui integrasi dan kontrol diri baikdengan cara berfikir, memuaskan keinginan, mengekspresikan keinginan dan bertingkah laku.  
  4. Dalam mencapai dan memelihara kesehatan mental dan penyesuaian diri, perlu memperluas pengetahuan tentang diri sendiri.  
  5. Kesehatan mental memerlukan konsep diri: pengetahuan dan sikap trehadap kondisi fisik dan psikis diri sendiri secara sehat, yang meliputi: penerimaan diri dan penghargaan terhadap status diri ssendiri secara relistik atus wajar.
  6. Untuk mencapai kesehatan mental dan penyesuaian diri, maka pemahaman diri atau self inside dann penerimaan diri, perlu idisertai dengan upaya-upaya perbaikan diri dan perwujudan diri.  
  7. Kestabilan mental dan penyesuaian diri yang baik dapat dicapai dengan pengembangan moral yang luhur dalam diri sendiri, seperti sikap adil, hati-hati, integritas pribadi, rendah hati dan kejujuran.  
  8. Pencapaian dan pemeliharaan kesehatan mental dan penyesuaian diri bergantung pada penanaman dan pengembangan kebiasaan yang baik.  
  9. Kestabilan mental dan penyesuaian diri menuntut adanya kemampuan melakukan perubahan sesuai dengan keadaan (kondisi lingkuangan) dan kepribadian  
  10. Kesehatan mental dan penyesuaian diri memerlukan usaha terus menerus untuk mencapai kematangan berpikir, mengekspresikan emosi dan melakukan tindakan.
  11. Kesehatan mental dan penyesuaian diri dapat dicapai dengan belajar mengatasi konflik dan frustasi serta ketegangan-ketegangan secara efektif.

  • Prinsip Berdasarkan pada Hubungan Manusia dengan Lingkungan 
  • Kesehatan mental dan penyesuaian diri tergantung pada hubungan antar pribadi yang harmonis, terutama dalam kehidupan keluarga.  
  • Penyesuain yang baik dan ketegangan batin tergantung pada kepuasan dalam bekerja.  
  • Kesehatan mental dan penyesuain diri dicapai dengan sikap yang realistis, termasuk penerimaan terhadap kenyataan secara sehat dan objektif.

  • Prinsip Berdasarkan pada Hubungan Manusia dengan Tuhan 
  • Kestabilan mental tercapai dengan perkembangan kesadaran terhadap sesuatu yang lebih luhur daripada dirinya sendiri tempat ia bergantung: Allah SWT.  
  • Kesehatan mental dan ketenangan batin dicapai dengan kegiatan yang tetap dan teratur dalam hubungan manusia dengan Tuhan seperti melalui sholat dan berdo’a. (Syamsu Yusuf,2009)

Kartini Kartono berpendapat ada tiga prinsip pokok secara umum untuk mendapatkan kesehatan mental, yaitu:
a)    Pemenuhan kebutuhan pokok
Setiap individu selalu memiliki dorongan-dorongan dan kebutuhan-kebutuhan pokok yang bersifat organis (fisik dan psikis) dan yang bersifat sosial. Kebutuhan- kebutuhan dan dorongan-dorongan itu menuntut pemuasan. Timbullah ketegangan ketegangan dalam usaha pencapaiannya. Ketegangan cenderung menurun jika kebutuhan- kebutuhan terpenuhi, dan cenderung naik/makin banyak jika mengalami frustasi atau hambatan-hambatan.
b)    Kepuasan
Setiap orang menginginkan kepuasan, baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. Dia ingin merasa kenyang, aman, terlindung, ingin puas dalam hubungan seksnya, ingin mendapat simpati dan diakui harkatnya. Intinya ia ingin puas di segala bidang, lalu timbullah Sense of Importancy dan Sense of Mastery, (kesadaran nilai dirinya dan kesadaran penguasaan) yang memberi rasa senang, puas dan bahagia.
c)    Posisi dan status social
Setiap individu selalu berusaha mencari posisi sosial dan status sosial dalam lingkungannya. Tiap manusia membutuhkan cinta kasih dan simpati. Sebab cinta kasih dan simpati menumbuhkan rasa diri aman/assurance, keberanian dan harapan-harapan di masa mendatang. Orang lalu menjadi optimis dan bergairah. Oleh karena itu individu-individu yang mengalami gangguan mental, biasanya merasa dirinya tidak aman. Mereka senantiasa dikejar-kejar dan selalu dalam kondisi ketakutan. Dia tidak mempunyai kepercayaan pada diri sendiri dan hari esok, jiwanya senantiasa bimbang dan tidak seimbang. 

 Seseorang itu dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, yaitu:
  1. Mempunyai self image atau gambaran dan sikap terhadap diri sendiri yang positif. 
  2. Memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam mengatasi problema hidup termasuk stress. 
  3. Mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan. 
  4. Mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain. 
  5. Menemukan minat dan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan. 
  6. Memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya. 
  7. Pengawasan diri atau memiliki kontrol terhadap segala keinginan yang muncul.
  8. Memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya.


Cara Mengatasi Gangguan Mentalhttp://sea.effectivemeasure.net/emnb_81_4619539.gif

Cara Mengatasi Gangguan Mental – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini, Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Cara mengatasi gangguan mental. Manusia merupakan suatu kesatuan jiwa dan raga. Akal merupakan aset manusia yang sangat berharga yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya. Mental merupakan cara berpikir dan berperasaan berdasarkan atas nurani yang tercermin pada perilaku seseorang.
Lalu timbul kemudian pertanyaan bagaiman cara mengatasi jika mental kita mengalami gangguan??, nah pada artikel ini akan dibahas mengenai cara mengatasi sakit mental pada manusia.
Beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi gangguan mental, antara lain sebagai berikut:
Sadar Diri
berusaha memahami hakekat manusia yang mempunyai pembawaan dan pengalaman yang berbeda-beda dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Termasuk memahami diri sendiri yang bisa dilakukan melalui introspeksi diri atau umpan balik;
Konsultasi
konsultasi pada orang yang dianggap bisa membantu dan memahami masalah yang sedang di hadapi;
Cuhat Lepas
mencurahkan isi hatinya pada orang lain yang dipercaya;
Positif Thinking
Berpikiran positif, dengan memandang segala sesuatu dari aspek positif atau hikmahnya;
Selalu Bersyukur
realistis yaitu dengan nrimo kenyataan atau fakta secara rasional;
Penyesuaian Diri
berusaha menyesuaikan diri yang bisa dilakukan secara:
  • Alloplasties: yaitu dengan mengubah sikap prilaku diri sendiri agar sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, jika diri sendiri tidak mungkin mengubah situasi dan kondisi lingkungan;
  • Geneplasties: yaitu dengan mengadakan perubahan pada diri sendiri dan pada lingkungan, sepanjang hal tersebut memungkinkan;
  • Autoplasties: yaitu mengubah situasi dan kondisi lingkungan sesuai dengan yang kita harapkan, sepanjang hal tersebut memungkinkan, baik secara kemampuan, kemauan, kewenganan maupun peluang. Sehingga seseorang akan merasa lebih baik, senang, nyaman dan bahagia;
Berlibur
Melakukan rekreasi dan olahraga ringan agar secara fisik maupun mental lebih segar dan enak. Melakukan rekreasi atau berwisata pada tiap akhir pekan misalnya.

Bersyukur kepada Tuhan YME
Berdoa, berserah diri dan beribadah kepada Tuhan YME, sehingga seseorang akan merasa tenang, tentram dan damai.
Ketidakmampuan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya maupun terhadap lingkungannya dikenal dengan istilah stress. Sehubungan dengan hal tersebut, pakar yang bernama Hans Selye (1976) dalam bukunya yang berjudul “The Stress Life” menuliskan beberapa cara untuk mengatasi stress, yaitu:
  1. Ubah lingkungan kerja dan lingkungan sosial;
  2. pelajari emosi yang dilahirkan oleh persepsi dan opini anda;
  3. berusaha untuk rileks, tenang dalam menghadapi tugas maupun masalah;
  4. pelihara fisik anda dengan gizi yang memadai dan berolahraga secara teratur;
  5. penuhi kebutuhan rohani dengan berdoa, laksanakan ajaran dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keyakinan.
  6. Gangguan mental dapat diobati secara informal seperti masuk perkumpulan sosial, berliburan, mendiskusikan sesuatu dengan orang terdekat, makan diluar atau pergi menyaksikan atraksi yang menarik.


A.     Pendahuluan
Text Box:                 memiliki
Manusia                    Jasad     
                                                 memerlukan 
                                                   makanan                                
                                  Roh                             
            



sia 

Fungsi dan peranan Agama dlam menanggulangi kerusakan mental sangat berperan penting. Karena setiap makluk yang diciptakan Allah S.W.T memiliki Jasad dan Roh yang masing-masing memiliki kebutuhan dan makannya sendiri.





Yang dimana Jasad memerlukan makanan untuk bertahan hidup dan Roh memerlukan makanan berupa Agama. Oleh sebab itu disaat kita ingin membahs tentang Roh yang ada ditubuh manusia itu sendri maka disaat itu pula kita akan membahas tentang peranan Agama dalam menanggulangi Kerusakan Mental yang tentunya akan kita bahas dalam materi ini.
B.      Pengertian Mental
 Mental mempunyai pengertian yang sama dengan jiwa, nyawa, sukma, roh dan semangat.  Mental juga bisa dikatakan sebagai unsure-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap, dan perasaan yang dalam keseluruhannya akan menentukan corak laku< cara menghadapai suatu hal yang menentukan atau mengembirakan< menyenangakan dan sebagainya.
Mental terbagi menjadi dua yaitu :
1.     Sehat mental
Istilah “kesehatan mental” diambil dari konsep mental hygiene. Kata “mental” diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahas latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Mental hygiene merujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan pencegahan dari kemungkinan timbulnya kerusakan mental atau malajud jusment. Kesehatan mental terkait dengan;
a. Bagaimana kita memikirkan, merasakan menjalani kehidupan sehari-hari
b. Bagaimana kita memandang diri sendiri dan sendiri dan orang lain, dan
c. Bagaimana kita mengevaluasi berbagai alternatif dan mengambil keputusan.
Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. Kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan.

Banyak pengertian mengenai kesehatan mental, berikut ini beberapa pengertiannya:
  • Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose)
  • Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup dan berinteraksi.
  • Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa.
  • Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan diri.
·         Kesehatan mental menurut UU No.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
2.      Orang yang kurang sehat mentalnya
orang yang tidak sehat mentalnya mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1. Perasaannya : Gelisah, rasa takut,  





 posting oleh Faisal Efendi

Jawaban Cerdas Saat Wawancara Kerja Oleh Faisal Efendi

10 Jawaban Cerdas Saat Wawancara Kerja
Oleh : Faisal Efendi

Bagi Anda yang akan melakukan wawancara (interview) untuk melamar suatu perkerjaan, sepertinya wajib menyimak beberapa pertanyaan di bawah ini.

Mungkin Anda berpikir keras saat mendapatkan pertanyaan serupa dari pewawancara diperusahaan tempat Anda melamar.

"Ini bisa menjadi 45 menit yang paling mengerikan dalam kehidupan Anda," tulis Vicky Oliver dalam bukunya '301 Smart Answers to Tough Interview Questions' dikutip dari laman businessinsider, Sabtu (10/8/2013).

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda pelajari sebelum melakukan interview:

1. Bagaimana jika Anda bekerja di sini selama lima tahun dan tidak dipromosikan? Banyak karyawan kami yang tidak mendapatkan itu. Apakah Anda akan merasa frustasi?
Saya menganggap diri saya orang ambisius, tapi aku juga seorang yang praktis. Selama saya terus belajar dan tumbuh dalam posisi saya, saya akan bahagia. Setiap perusahaan mempromosikan orang pada tingkat yang berbeda, dan saya cukup yakin bahwa dengan bekerja disini akan membuat saya termotivasi dan terstimulasi untuk beberapa tahun yang akan datang.

2. Dari resume Anda, sepertinya Anda dipecat dua kali. Bagaimana perasaan Anda akan hal tersebut?
Setelah saya sembuh dari 'shock' kedua kali itu akan membuat saya merasa lebih kuat. Memang benar bahwa saya dipecat dua kali, tapi saya juga berhasil bangkit kembali kedua kali. Jika pekerjaan ini memberi saya tanggung jawab lebih, membayar saya dengan lebih banyak uang, dan saya berada di perusahaan yang lebih baik. Maka semangat saya sangat tinggi disini.

3. Berapa jam dalam seminggu Anda biasanya bekerja, dan mengapa?
Saya biasa bekerja selama berjam-jam dengan waktu cukup panjang. Dengan adanya tambahan waktu ini, saya akan mencoba untuk menemukan cara guna 'menambah nilai' pada setiap tugas yang saya kerjakan. Ketika klien membaca laporan dari perusahaan ini, saya ingin mereka berpikir bahwa tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan tersebut kecuali perusahaan ini.

4. Apakah lebih penting untuk menjadi beruntung atau terampil?
Saya pikir itu lebih penting untuk menjadi beruntung, meskipun menjadi sangat terampil dapat membantu untuk menciptakan lebih banyak peluang.

5. Kapan Anda berpikir Anda akan mencapai puncaknya dalam karir Anda?
Saya seorang yang sehat, kuat, bermental untuk selalu aktif, jadi saya tidak pernah berpikir soal mencapai puncak dalam karir saya. Saya pikir yang penting adalah seberapa pengetahuan yang ada dalam diri saya.

6. Apakah Anda menganggap diri seorang pemimpin?
Oh, ya, tentu saja. Saya memiliki semua kualitas seorang kepemimpinan. Saya seorang yang ekstrover, tapi saya juga bisa menjadi pendengar yang hebat. Saya menganggap diri saya sebagai seorang yang mempunyai ide yang besar, tetapi saya juga bisa keras kepala dan praktis bila diperlukan.

7. Dapatkah Anda menjelaskan pekerjaan apa yang menjadi impian Anda?
Ini adalah pekerjaan impian saya dan itulah sebabnya saya berada disini.

8. Apakah Anda lebih suka mendapatkan izin dari atasan Anda sebelum melakukan sebuah proyek baru?
Selama minggu pertama saya di tempat kerja, saya akan bertanya atasan saya bagaimana dia akan memilih saya untuk menangani proyek. Jika dia bilang dia ingin saya untuk menjalankan ide yang pertama, saya akan mematuhi. Saya pikir tantangan yang nyata adalah mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja Anda, dan saya orang yang fleksibel.

9. Apakah Anda akan bersedia untuk memulainya dari posisi entry-level lagi?
Kadang-kadang Anda perlu mengambil langkah mundur untuk memindahkan karir Anda ke depan. Dimulai pada peran entry-level akan memungkinkan saya untuk mempelajari bisnis Anda dari bawah ke atas.

10. Apakah sebuah perusahaan membutuhkan pekerja B (kedua)? Atau lebih baik hanya memiliki pekerja A (utama) pada level staf, dan mengapa?
Saya percaya bahwa perusahaan perlu keduanya yaitu pekerja A dan B. Ketika Anda melempar bisnis baru, Anda ingin pekerja A di lini depan. Namun di balik pekerja A ini, Anda memerlukan yang B yang bisa menuntaskan rincian proyek dan menyerahkan tongkat pekerjaan sehari-harinya kepada mereka. Memiliki terlalu banyak pekerja di tim A akan mengarah pada bentrok ego dan tidak teratur.

sumber:
liputan6.com













Contoh Jawaban Wawancara Kerja

Pada postingan sebelumnya, sudah saya tuliskan 3 contoh pertanyaan menjebak dalam wawancara kerja dan bagaimana cara menjawabnya. Kali ini saya ingin menulis 7 contoh jawaban wawancara kerja lainnya yang juga sering muncul dalam sesi interview. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini bukan hanya sering muncul, tapi juga kadang-kadang terasa bingung untuk menjawabnya.
Namun, perlu saya ingatkan, jawaban yang saya tuliskan hanya sekadar contoh untuk menambah wawasan saja. Jika Anda menemui pertanyaan serupa, jawablah sesuai dengan situasi masing-masing. Tulisan ini hanya untuk memberi inspirasi bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam sesi wawancara kerja.
1. Ceritakan siapa diri Anda!
Yang pernah mengalami wawancara mungkin pernah mendapatkan pertanyaan ini. Karena pertanyaan ini termasuk yang paling sering dikeluarkan. Banyak orang yang kadang salah kaprah dengan menjawabnya dengan menceritakan kisah perjalanan hidupnya. Mulai dari dilahirkan di kampung terpencil, kesusahan di kala kanak-kanak, kisah-kisah melankolis, dsb. Tidak salah memang, karena tidak ada larangan untuk itu.
Sebaiknya, jawablah pertanyaan ini dengan menceritakan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan target yang ingin dicapai dalam karir ke depan. Contoh jawaban, “Saya menyelesaikan S1 saya di Universitas Hasanuddin, program studi Geofisika. Selama kuliah saya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan sebagai anggota dan pengurus. Selesai kuliah, saya bekerja di perusahaan X sebagai Junior Seismic Processing. Saya berpengalaman melakukan pengolahan data seismik 2D untuk berbagai lapangan di Indonesia. Dst…..”
2. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?
Di postingan terdahulu saya pernah menyinggung masalah pentingnya melakukan riset terhadap perusahaan tempat melamar. Tujuan utamanya adalah untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Kemukakan nilai lebih perusahaan dan kesesuaian dengan rencana karir Anda.
Contoh jawaban, “Perusahaan ini adalah perusahaan jasa seismik processing terkemuka di tanah air. Dan keahlian saya adalah seismik processing. Saya yakin perusahaan dapat menunjang karir saya ke depannya, begitu pula sebaliknya saya dapat berkontribusi kepada perusahaan”.
3. Jika Anda bisa memilih perusahaan lain untuk bekerja, perusahaan mana yang akan Anda pilih?
Nah, ini sebenarnya pertanyaan jebakan untuk tahu apakah Anda benar-benar ingin bekerja di perusahaan tersebut atau hanya sekadar batu loncatan sambil menunggu kesempatan yang lain. Jika Anda benar-benar ingin diterima, jangan sekali-kali menyebut perusahaan lain, apalagi kompetitor.
Contoh jawaban, “Sebelum memutuskan melamar ke perusahaan ini, saya telah melakukan riset terlebih dahulu dan saya yakin perusahaan inilah yang paling tepat untuk saya berkarir sesuai dengan keahlian yang saya miliki”.
4. Apa yang ingin Anda capai dalam 5 tahun ke depan?
Ini untuk mengetahui apa sebenarnya rencana jangka panjang Anda. Jangan salah jawab dengan mengatakan 5 tahun yang akan datang akan bekerja di perusahaan lain dengan posisi dan gaji lebih baik. Jawablah rencana 5 tahun yang akan datang jika bekerja di perusahaan tersebut.
Contoh jawaban, “5 tahun lagi saya ingin menjadi seismic processor terbaik yang dimiliki perusahaan ini. Sudah menjadi team leader yang bisa menangani dan mengatur proyek pengolahan data seismik”.
5. Apa yang menurut Anda bisa berikan buat perusahaan sedangkan pelamar lain tidak bisa?
Pertanyaan ini juga kadang susah dijawab. Bahkan, kadang ada yang malah balik bertanya. Apa ya? Ambillah sesuatu yang tertulis dalam CV Anda yang mungkin tidak dimiliki oleh pelamar lainnya.
Contoh jawaban, “Saya tidak sekadar tugas akhir di bidang seismic processing. Saya sudah terjun langsung dalam beberapa proyek pengolahan data seismik dan terbiasa berinteraksi dengan klien. Saya kira ini tidak dimiliki oleh pelamar lainnya”.
6. Apakah Anda pernah bermasalah dengan atasan? Bagaimana mengatasinya?
Jangan pernah menjelek-jelekkan atasan Anda sebelumnya. Meskipun Anda mempunyai masalah yang berat dengan bos sebelumnya sehingga ingin pindah, sebaiknya jangan diumbar. Jawablah secara diplomatis atau pura-pura lupa.
Contoh jawaban, “Bukan masalah besar, hanya perbedaan pendapat biasa. Saya kira hal biasa, apalagi jika kita bicara soal data seismik. Karena interpretasi kita bisa berbeda. Biasanya selesai setelah melalui diskusi, dst…”.
7. Berapa gaji yang Anda minta?
Ini juga pertanyaan yang susah dijawab, bahkan ketika sudah beberapa kali wawancara. Selalu saja muncul pikiran “jangan-jangan kekecilan” atau “jangan-jangan kegedean”. Saran saya, coba cari referensi dahulu sebelum mengikuti interview. Bisa tanya-tanya teman yang bekerja di perusahaan sejenis atau cari-cari di internet. Jika tidak yakin dengan gajinya, tidak ada salahnya menyebut kisarannya. Kecuali Anda betul-betul yakin berapa gaji yang Anda inginkan, silakan disebut saja.
Contoh jawaban, “Untuk posisi ini dengan job deskripsi demikian, saya ingin antara X – Y rupiah”.
Demikianlah, beberapa contoh jawaban wawancara kerja. Semoga bermanfaat…












































Bocoran Pertanyaan dan Jawaban Wawancara Kerja



Bocoran Pertanyaan dan Jawaban Wawancara Kerja - Interview. Dalam melamar kerja di sebuah perusahaan baik itu perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta, kita tidak akan luput dari proses perekrutatan tahapan wawancara kerja atau interview. Biasanya tahap wawancara kerja dilaksanakan setelah para calon karyawan lulus pada tahapan psikotes. Namun bisa saja tahap wawancara kerja dilakukan lebih awal sesuai kebijakan dan prosedur perekrutan masing-masing perusahaan. Wawancara kerja juga dilakukan pada 2 tahapan, diantaranya yaitu wawancara kerja dengan human capital devision (HRD) dan wawancara kerja dengan user atau para dewan direksi perusahaan tersebut. Untuk wawancara kerja dengan dewan direksi biasanya membicarakan hal yang cukup serius mencakup posisi dan pengetahuan Anda terhadap perusahaan yang anda lamar. Sedangkan wawancara dengan HRD biasanya hanya berupa wawancara apa yang tetera dalam daftar riwayat hidup (CV).

Wawancara kerja sering sekali dianggap sepele atau mudah oleh kebanyakan calon karyawa. Padahal wawancara kerja sama beratnya dengan tes psikotes. Mengapa demikian? karena tidak sedikit orang atau calon karyawan yang gagal dalam melewti tahap wawancara kerja. Menurut penelitian hal ini disebabkan kurangnya persiapan dan rasa remeh terhadap wawancara kerja. Untuk itu sebelum Anda mengukuti wawancara kerja, anda harus mempersiapkan diri dan mencari kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan interview kepada Anda. Serta mencari jawaban yang benar dan tepat atas pertanyaan tersebut. Sehingga kemungknan Anda gagal pada tes wawancara kerja itu kecil. Ingat, "kesuksesan itu adalah persiapan, mental dan doa"



Pertanyaan Wawancara Kerja (Interview)

1. Berapa gaji yang Anda minta?

Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan. Lebih lengkap untuk mendapatkan jawaban yang tepat silahkan baca cara menjawab pertanyaan mengenai gaji saat wawancara kerja.

2. Apa kelebihan utama Anda?

Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.”

3. Apa kekurangan Anda yang paling jelas?

Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.

4. Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?

Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.

5. Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?

Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat ‘positif’, misalnya bahwa Anda tidak melihat ada ‘ruang’ di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.

6. Adakah contoh kegagalan Anda?

Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah

7. Apakah Anda punya pertanyaan?

Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat – apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.


Tambahan
1. Ceritakan tentang diri anda! Pertanyaan yang sangat sering muncul pada saat interview kerja. Persiapkan jawaban anda terbatas pada bidang pekerjaan yang anda kuasai sebelumnya. Bicarakan tentang karir anda sebelumnya, prestasi yang anda raih, hobi dan aktivitas terakhir yang anda jalani.
2. Kenapa anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya? Jawablah dengan positif jenis pertanyaan ini. Meskipun anda berhenti karena ada masalah dengan perusahaan atau kantor sebelumnya jangan ceritakan permasalahan tersebut. Katakan saja kalau saat ini anda ingin mencari kesempatan kerja yang lebih baik atau peluang melakukan sesuatu yang istimewa dalam karir anda.
3. Pengalaman apa yang anda miliki dalam bidang ini? Jawab se-spesifik mungkin mengenai keahlian anda di bidang yang anda lamar. Jika tidak memiliki pengalaman yang khusus setidaknya berikan jawaban yang mendekati keahlian yang dimaksud.
4. Apakah anda menganggap diri anda sukses? Selalu jawab "Iya" dan antusias untuk pertanyaan ini. Jelaskan keberhasilan yang telah anda capai dalam hidup ini terutama dalam hal karir.
5. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab jika anda telah melakukan penelitian terlebih dahulu tentang perusahaan tempat anda melamar. Jawab tentang aktivitas perusahaan tersebut seperti produk yang dijual atau sistem pemasarannya. 
6. Apa yang telah anda lakukan untuk mengembangkan pengetahuan anda terakhir ini? Jawab ragam kegiatan positif yang telah anda lakukan tentu saja yang berhubungan dengan pencapaian karir anda.
7. Kenapa anda tertarik bergabung dengan perusahaan ini? Hati-hati menjawab ini karena memerlukan pengetahuan anda tentang perusahaan dan karir jangka panjang yang ingin anda raih.
8. Berapa gaji yang anda harapkan? Pertanyaan mudah yang sangat sulit menjawabnya karena sangat sensitif. Jadi jangan dijawab. Katakan sambil tersenyum "Pertanyaan yang cukup sulit, namun maaf bisakah Bapak/Ibu menjelaskan kisaran gaji untuk posisi ini?" Biasanya pihak perusahaan akan memberikan rentang gaji yang anda tanyakan. Jika tidak, anda bisa bertanya balik mengenai detail pekerjaan yang akan anda jalani serta tanggung jawabnya, baru kemudian bisa memperkirakan gaji yang anda harapkan plus mempertimbangkan tunjangan-tunjangan lain. Itu pun masih kisaran saja, jadi anda sebelumnya harus tahu kisaran gaji untuk posisi seperti anda.
9. Apakah anda bisa bekerja dalam satu tim? Selalu jawab "Iya" dan sebutkan pengalaman yang pernah anda lakukan saat bekerja sama dengan banyak orang. 
10. Jika anda diterima, berapa lama anda ingin bergabung di perusahaan ini? Jawaban jangan terlalu spesifik. Anda bisa menjawab seperti ini " Saya ingin selamanya bisa bekerja di sini dengan catatan perusahaan puas dengan hasil kerja saya".
11. Kenapa kami harus mempekerjakan anda? Jelaskan keahlian atau kemampuan yang anda miliki dan kaitannya dengan kebutuhan perusahaan. Jangan mencontohkan kandidat lain sebagai perbandingan kemampuan anda.
12. Apa kelebihan anda? Pertanyaan yang memerlukan jawaban luas tapi tetap fokus seperti misalnya kemampuan anda dalam memecahkan permasalahan, kemampuan memimpin, perilaku positif anda, kesanggupan bekerja di bawah tekanan atau kemampuan berorganisasi.
13. Apa kelemahan anda? Jangan pernah menjawab kalau anda orang malas atau susah bangun pagi. Jawab dengan diplomatis, seperti "Saya kurang percaya diri jika berbicara di hadapan orang banyak, tapi saat ini saya dalam proses mengatasinya karena ini sangat berkaitan dengan karir saya ke depan dan saya yakin bisa mengatasi hal ini", atau "Kelemahan saya kurang bisa bekerja sendiri, jadi harus membangun teamwork yang solid". Intinya setelah mengatakan kelemahan anda, sertakan usaha yang telah anda lakukan untuk mengatasi kelemahan anda tersebut.
14. Apakah anda bersedia kerja lembur kapan saja bila diperlukan? Jawaban untuk ini ada di anda. Jawablah dengan jujur dan berikan alasan yang tepat.
15. Apakah anda ada pertanyaan untuk saya? Selalu siapkan pertanyaan anda. Ini menunjukkan antusias anda bergabung di perusahaan. Contoh pertanyaan seperti deskripsi pekerjaan yang akan anda jalani atau proyek seperti apa yang saat ini dikerjakan perusahaan.